Layanan Unggulan

Layanan Gastroenterologi-Hepatologi RSUD Labuang Baji Sulawesi Selatan

UPT RSUD Labuang Baji menyediakan layanan Gastroentero-Hepatologi yang mencakup pemeriksaan, diagnosis, dan penanganan berbagai gangguan pada saluran cerna dan organ hati. Layanan ini mencakup organ-organ seperti esofagus, lambung, usus halus, usus besar, rektum, pankreas, kantong empedu, saluran empedu, serta hati.

Sebagai tindak lanjut dari Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/15/2023 tentang Percontohan Pemberian Antivirus pada Ibu Hamil untuk Pencegahan Transmisi Virus Hepatitis B dari Ibu ke Anak, RSUD Labuang Baji turut berperan aktif dalam penanganan pasien hepatitis, khususnya Hepatitis B dan C.

Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 752 pasien Hepatitis B dengan risiko tinggi telah ditangani, termasuk 149 ibu hamil yang mendapatkan penanganan khusus. Secara keseluruhan, jumlah pasien Hepatitis B yang ditangani mencapai 901 orang.
Sementara itu, penanganan pasien Hepatitis C di tahun yang sama tercatat sebanyak 142 pasien.

 

Ruang Lingkup Layanan

Rawat Jalan

Mencakup  diagnosis, pengobatan, dan pencegahan berbagai penyakit saluran pencernaan dan hati. Ini termasuk penyakit pada kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, pankreas, kantong empedu, saluran empedu, dan hati. 

Beberapa pelayanan rawat jalan Gastroenteologi Hepatologi UPT  RSUD Labuang Baji yakni :

  • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD)
  • Gangguan pencernaan, seperti dispepsia (ketidaknyamanan perut) dan gangguan fungsi usus
  • Radang usus (inflammatory bowel disease/IBD)
  • Penyakit hati, seperti hepatitis, sirosis, dan kanker hati
  • Kanker saluran pencernaan, seperti kanker usus besar, kanker rektum, dan kanker pankreas 

Rawat Inap

Mencakup penanganan berbagai gangguan pada sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga anus, serta organ-organ terkait seperti hati, pankreas, dan empedu. Rawat inap dibutuhkan untuk kasus yang membutuhkan perawatan intensif dan pengawasan ketat, seperti perdarahan hebat, komplikasi penyakit radang usus, atau infeksi serius. 

Beberapa contoh kasus yang bisa ditangani dalam layanan rawat inap Gastroenterologi Hepatologi :

Perdarahan gastrointestinal:

Perdarahan hebat pada saluran pencernaan yang memerlukan transfusi darah, cairan intravena, atau tindakan endoskopi untuk mengendalikan pendarahan. 

Penyakit radang usus (IBD):

Flare-up IBD yang memerlukan kortikosteroid dosis tinggi atau perawatan imunomodulator, atau komplikasi seperti megakolon toksik yang memerlukan pembedahan. 

Infeksi serius

Infeksi bakteri atau virus pada saluran pencernaan yang membutuhkan antibiotik atau antivirus intravena, atau perawatan intensif lainnya. 

Penyakit hati kronis

Kondisi seperti sirosis hati atau gagal hati yang memerlukan monitor intensif, terapi medis, atau bahkan transplantasi hati. 

Pankreatitis akut

Peradangan pankreas yang menyebabkan nyeri hebat dan membutuhkan perawatan intensif, termasuk pemberian cairan intravena, dukungan nutrisi, dan mungkin pembedahan. 

Layanan Khusus Penyakit Hepatitis

Rawat Jalan

  • Observasi kasus rawat jalan
  • Pemberian obat anti virus
  • Pemberian obat imunosupresan
  • Pemberian obat interferon
  • Pemberian obat abses hati
  • Pemberian cairan peroral atau intravena
  • Pemberian antiemetik
  • Pemberian terapi oral lini pertama, seperti tenofovir disoproxil fumarate (TDF)
  • Pemeriksaan darah untuk mendokumentasikan perbaikan biokimia

Rawat Inap

  • Pasien dirawat apabila terdeteksi hepatitis akut
  • Pasien mendapatkan penanganan yang tepat
  • Pasien mendapatkan terapi oral lini pertama, seperti tenofovir disoproxil fumarate (TDF)
  • Pasien dipantau dengan tes darah untuk mendokumentasikan perbaika biokimia

 

Berikut adalah beberapa gejala umum yang sering dikaitkan dengan masalah gastroenterologi:

  • Sakit perut. Sakit perut yang kronis atau berulang bisa menjadi tanda masalah pencernaan yang perlu ditangani oleh dokter spesialis gastroenterologi. 
  • Gangguan pencernaan (dispepsia). Gejala seperti rasa tidak nyaman, kembung, atau nyeri di perut setelah makan bisa menjadi tanda gangguan pencernaan. 
  • Nyeri ulu hati (refluks asam). Rasa terbakar di dada yang sering dan parah bisa mengindikasikan refluks asam atau penyakit refluks gastroesofageal (GERD). 
  • Mual dan muntah. Gejala ini bisa muncul karena berbagai masalah pencernaan, mulai dari infeksi hingga masalah pada lambung. 
  • Diare dan sembelit. Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti diare yang berlebihan atau kesulitan buang air besar, juga bisa menjadi gejala masalah pencernaan. 
  • Pendarahan rektal. Darah dalam tinja atau pendarahan rektal harus diperiksa oleh dokter spesialis gastroenterologi karena bisa mengindikasikan masalah serius pada saluran pencernaan. 
  • Perubahan berat badan yang tidak bisa dijelaskan. Penurunan atau kenaikan berat badan yang tidak dapat dijelaskan bisa menjadi tanda masalah pencernaan yang lebih serius. 
  • Nyeri perut yang parah. Sakit perut yang tiba-tiba dan sangat parah bisa mengindikasikan masalah pencernaan yang memerlukan penanganan medis segera. 
  • Demam. Demam bisa menjadi gejala infeksi pada saluran pencernaan, seperti gastroenteritis. 
  • Darah dalam muntahan. Muntahan yang mengandung darah bisa mengindikasikan masalah pada lambung atau saluran pencernaan bagian atas. 

Jika mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika gejala tersebut berkelanjutan atau mengganggu aktivitas sehari-hari, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gastroenterologi untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. 

Selain itu beberapa indikator/ Kondisi hepatitis yang lebih detail:

  • aktivitas fisik terasa berat
  • Mual dan muntah. Gejala  ini umum terjadi pada hepatitis
  • Nyeri perut. Terutama di bagian kanan atas perut, yang merupakan Lokasi hati.
  • Demam. Demam ringan atau sedang dapat menjadi gekala awal hepatitis.
  • Hilang nafsu makan. Penurunan nafsu makan dapat terjadi karena rasa mual dan ketidak nyamanan di perut
  • Jaundice (penyakit kuning). Kulit dan bagian putih mata menguning karena bilirubin yang terakumulasi di tubuh
  • Urine berwarna gelap. Urin  menjadi lebih pekat dan berwarna seperti the
  • Tinja berwarna pucat. Tinja mungkin tampak seperti dempula atau putih keabua-abuan
  • Nyeri Sendi. Beberapa orang dengan hepatitis mengalami nyeri sendi.
  • Ruam. Ruam pada kulit dapat muncul terutama selama periode inkubasi atau setelah penyakit kuning berlangsung.
  • Gatal. Gatal-gatal pada kulit dapat terjadi.
  • Pembengkakan. Pembengkakan pada kaki, tangan,atau perut dapat terjadi karena penimbunan cairan

 

Pemeriksaan gastrointestinal

adalah serangkaian tes yang digunakan untuk memeriksa kondisi saluran pencernaan, mulai dari mulut hingga anus. Prosedur medis yang menggunakan alat bernama endoskop, yaitu tabung tipis dengan kamera dan lampu, untuk melihat organ dalam tubuh secara visual. Alat ini dimasukkan melalui mulut, hidung, atau anus, tergantung pada organ yang akan diperiksa.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendiagnosis penyakit, menunjang tindakan medis seperti operasi dan biopsi, serta mengobati masalah organ dalam

Jenis pemeriksaan endoskopi  Gastrointestinal terdiri::

Gastroskopi

 Pemeriksaan saluran pencernaan bagian atas (esofagus, lambung, duodenum) dengan memasukkan tabung fleksibel melalui mulut. 

Kolonoskopi

Pemeriksaan saluran pencernaan bagian bawah (usus besar, rektum) dengan memasukkan tabung fleksibel melalui anus.

Pemeriksaan ini digunakan untuk mendiagnosis dan mengobati berbagai masalah pencernaan, seperti : 

  • Penyakit Ulkus. Luka pada lapisan lambung atau usus.
  • GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Refluks asam dari lambung ke kerongkongan.
  • Kanker Kolon. Kanker pada usus besar.
  • Polip. Pertumbuhan tidak normal pada lapisan saluran pencernaan.
  • Pendarahan Saluran Cerna. Darah pada tinja atau muntah.
  • Gangguan Pencernaan. Mual, muntah, sakit perut, sembelit, diare.

 

Tindakan endoskopi

bervariasi tergantung jenis pemeriksaan. Umumnya, pasien diminta berpuasa sebelum prosedur, dan mungkin diberi obat-obatan untuk mempersiapkan saluran pencernaan.

 

Tes pencitraan

  • USG perut untuk mendeteksi kerusakan hati, pembesaran, tumor hati, dan cairan dalam rongga perut
  • MRI untuk mengukur seberapa cepat getaran frekuensi rendah bergerak melalui organ hati.

 

Pemeriksaan fisik

  • Menanyakan gejala dan riwayat Kesehatan pasien
  • Memeriksa perubahan warna di bagian putih mata (sklera)
  • Menekan perut bagian kanan atas

 

Layanan hepatitis 

Dapat dilakukan dengan tes darah, tes pencitraan, Prosedur pemeriksaan yang dilakukan tergantung pada penyebab dan Tingkat keparahan penyakit. Beberapa tes yang dapat dilakukakan Tes darah, Tes anti bodi virus hepatitis, Tes fungsi hati (liver function test), Tes HBsAg untuk mendeteksi hepatitis B, Tes Anti-HCV untuk mendeteksi hepatitis C.

Pemeriksaan hepatitis dilakukan untuk:

  • Mendeteksi antibodi dan antigen virus hepatitis
  • Mengetahui apakah hati bekerja dengan normal atau ada masalah tertentu
  • Menentukan sifat hepatitis akut atau kronis
  • Menentukan apakah seseorang terinfeksi oleh virus hepatitis B (HBV)
  • Menentukan apakah seseorang pernah mengidap penyakit hepatitis
  • Menentukan apakah seseorang pernah terjangkit virus hepatitis A.

 

Alat penunjang gastroenterologi meliputi :

  • Endoskopi
  • USG (Ultrasonografi)
  • CT Scan (Computed Tomography Scan)
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)
  • Laboratorium klinik untuk pemeriksaan darah

 

dr. Amelia Rifai Sp.Pd- KGEH
Spesialis Gastroenterologi-Hepatologi

Jadwal Praktik Dokter

Jadwal praktik dokter Spesialis Gastroenterologi – Hepatologi di klinik rawat jalan RSUD Labuang Baji Hari Senin – Sabtu, Pukul 08.00-16.00.

Untuk melihat jadwal dokter secara detail, silahkan mengunjungi laman dokter spesialis di website kami. atau menghubungi kami dapat melalui pesan pada media sosial Instagram atau Tiktok kami atau pada kontak :

Gawat Darurat 0813-5553-8118
Humas/Pengaduan 081-626-0911